Sabtu, 12 Oktober 2013

penyimpanan karbon di oksida

penyimpanan karbon di oksida




1.1 Pemanasan Global Meningkatkan Kapasitas Pohon Untuk Menyerap Karbon

Saat ini pemanasan global telah berada pada tingkat yang semakin mengkhawatirkan hingga diperlukan langkah-langkah untuk mencegah dan menguranginya. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menanam lebih banyak pohon dan melindungi hutan. Pohon dan tetumbuhan lainnya menyerap karbon dioksida, dengan demikian kita harus senantiasa menjaga dan merawat tamanam tanaman hijau menanam kembali pohon yang gundul atau penebangan liar. begitu juga dengn hutan yang di lindungi banyak sekali tanaman yang dapat menyerap karbon di oksdia

1.2 merubah karbon di oksida dan penyimpanan
waktu enam tahun untuk meneliti penyimpanan karbon dioksida, dan telah datang dengan cara untuk mengubahnya menjadi produk padat seperti batu permanen yang kemudian digunakan untuk membuat bahan bangunan. Menggunakan pabrik baru seharga $ 9 juta yang dibangun di Newcastle, tim mengharapkan untuk mulai memproduksi batu bata serta berbagai produk industri bangunan hijau lainnya.
proses ini telah dibuktikan dalam skala kecil di laboratorium, dengan pabrik percobaan menjadi tahap berikutnya dalam proses untuk pindah ke sistem produksi massal.Karbon dioksida ditangkap dan kemudian digabungkan dengan mineral kelas rendah,contoh magnesium dan kalsium silikat. Ini akan kemudian membentuk karbonat inert dan mengubah CO2 menjadi bahan padat yang dapat digunakan untuk dasar bahan bangunan baru .

Tergantung pada seberapa baik sistem bekerja secara besar-besara , setiap dan semua pabrik yang memproduksi karbon, misalnya pembangkit listrik tenaga batu bara , dapat diupgrade agar dapat menangkap dan menyimpan emisi karbon mereka untuk tujuan manufaktur. Ini juga berarti teknik-teknik baru untuk menangkap karbon dioksida sekarang memiliki cara untuk menggunakan kembali apa yang mereka tangkap daripada hanya menyimpannya untuk waktu yang lama.


1.3 petakan batu atu penyimpanan karbon di oksida

Batuan yang disebut ultramafik ini mengandung mineral yang dapat bereaksi secara alami dengan karbon dioksida membentuk mineral padat. Proses yang disebut karbonasi ini berpeluang dijadikan mekanisme penyimpanan karbon dioksida agar tidak lepas ke udara.
Masalahnya, reaksi karbonasi secara alami berjalan sangat lambat dan membutuhkan waktu ribuan tahun. Namun, saat ini sudah dikembangkan teknik akselerasi karbonasi dengan melarutkan karbon dioksida ke dalam air kemudian menyuntikanya ke batuan tersebut.
"Hal tersebut menawarkan penyimpanan secara permanen emisi karbon dioksida," ujar Juerg Matter, ilmuwan dari Observatorium Bumi Lamont-Doherty di Columbia.

Sampai saat ini, para ilmuwan AS telah memetakan setidaknya 15.500 kilometer persegi batuan ultramafik yang paling ideal dipakai untuk menyimpan karbon dioksida. Batuan tersebut kebanyakan memanjang di pantai barat ke timur.
Jika seluruhnya dipetakan, batuan ultramafik di AS diperkirakan cukup untuk menampung emisi karbon dioksida di AS selama 500 tahun.

penyimpanan karbon di oksida bisa kita liat di manapun ,janagan mencoba untuk merusak alam yang biasanya itu perpohon yang sering kali manusia menebangnya
bisa mengakibatkan akibat akibat akibat yang fatal dan penyimpanan karbon di oksida ini dapat berbagai macam apapun yang bisa kita buat dan temukan

http://webwib.com/tim-peneliti-berhasil-mengubah-karbondioksida-menjadi-batu-bata/
http://makalahtugasku.blogspot.com/2012/10/artikel-bahaya-emisi-karbondioksida.html
http://www.chem-is-try.org/kata_kunci/karbon-dioksida/
http://industri22aguspurwanto.blogspot.com/2013/07/tantangan-lingkungan-baru-di-negara-maju.html
http://female.kompas.com/read/2009/03/13/15381783/ilmuwan.as.petakan.batu.penyimpan.karbon.dioksida

Tidak ada komentar:

Posting Komentar